
Sholat berjamaah merupakan salah satu amalan paling kuat dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, terutama di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama (NU). Berjamaah bukan hanya ibadah fisik, namun syiar yang menghidupkan masjid, memperkuat iman, dan membangun karakter sosial umat. Melalui sholat berjamaah, seorang Muslim tidak hanya menghadap Allah secara pribadi, tetapi juga menyatu bersama jamaah dalam kesetaraan dan persaudaraan.
Dalam perspektif NU, sholat berjamaah memiliki fadhilah yang sangat besar. Keutamaannya tidak hanya disebutkan oleh para ulama, tetapi disebutkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadis sahih yang menjadi pegangan mayoritas ahli fikih. Dalil pertama dan yang paling populer adalah sabda Nabi:
النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Sholat berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian sebanyak 27 derajat.”(HR. Bukhari-Muslim)
Hadis ini menjadi dasar bahwa berjamaah memiliki keutamaan khusus di sisi Allah dibanding sholat sendiri. Karena itu, para ulama pesantren selalu mengajarkan bahwa meninggalkan jamaah tanpa uzur merupakan bentuk kerugian besar bagi seorang Muslim.
Keutamaan lain yang sering disampaikan para kiai NU adalah bahwa sholat berjamaah menjadi penanda keimanan dan penjaga seseorang dari sifat kemunafikan. Rasulullah bersabda:
أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ…
“Sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh.”(HR. Bukhari-Muslim)
Di kalangan pesantren, hadis ini menjadi pengingat agar setiap Muslim menjaga kesungguhan dalam beribadah, terutama pada waktu-waktu yang menuntut usaha ekstra seperti Subuh dan Isya. Bahkan dalam ceramahnya, para kiai sering menekankan bahwa siapa yang kuat menjaga jamaah Subuh, maka imannya kuat.
Keutamaan khusus lainnya adalah pahala besar bagi orang yang melaksanakan Isya dan Subuh berjamaah. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barang siapa sholat Isya berjamaah, maka ia seperti sholat setengah malam.Dan siapa sholat Subuh berjamaah, ia seperti sholat sepanjang malam.”(HR. Muslim)
Hadis ini sering dikutip dalam majelis-majelis NU, karena memberikan motivasi yang sangat besar kepada umat agar tidak hanya sekadar sholat, tetapi sholat bersama jamaah.
Dari sisi sosial, sholat berjamaah juga mengajarkan kedisiplinan dan kesetaraan. Semua jamaah berdiri sejajar tanpa membedakan harta, jabatan, atau status sosial. Hal ini ditegaskan dalam sabda Nabi:
سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ
“Luruskan dan rapatkan barisan kalian, karena meluruskan barisan termasuk bagian dari kesempurnaan sholat.”(HR. Bukhari)
Inilah nilai yang dijaga dalam tradisi NU: barisan yang rapi, tertib, dan penuh kekhusyukan adalah bagian dari keindahan ibadah jamaah. Selain itu, sholat berjamaah juga menjadi syiar Islam. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ، أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلًا فِي الْجَنَّةِ، كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
“Siapa yang pergi ke masjid di pagi atau sore hari, Allah siapkan baginya jamuan di surga setiap kali ia pergi.”(HR. Bukhari-Muslim)
Hadis ini memperlihatkan betapa berharganya langkah-langkah seorang Muslim menuju masjid dan jamaah. Tak heran, para kiai NU selalu menghidupkan masjid dengan jamaah lima waktu, sebagai bentuk istiqamah dan syiar agama.
Selain hadis, Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya kebersamaan dalam ibadah. Dalam QS. Al-Kahfi ayat 28, Allah berfirman:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم
“Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang beribadah kepada Tuhannya.”
Ayat ini sering ditafsirkan ulama NU sebagai anjuran agar seorang Muslim tidak terpisah dari jamaah, karena kekuatan iman terpelihara ketika seseorang berada dalam komunitas yang saleh.
Dari seluruh dalil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sholat berjamaah memiliki keutamaan besar dari aspek spiritual, sosial, hingga moral. Berjamaah menguatkan iman, menambah pahala, menumbuhkan persaudaraan, dan membiasakan umat hidup tertib serta penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, menjaga sholat berjamaah bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan untuk memperkuat kepribadian Muslim yang berakhlak dan berdisiplin.
Editor: Fatma Russy [Media HM Al inaaroh 2]




