Bertahan di Batas: Rutinitas Padat dan Healing Santri HM yang Diam-Diam Dalam

Di pondok HM Al Inaaroh 2, menjadi santri berarti menjalani aktivitas penuh selama 24 jam di dalam lingkungan pondok. Tidak ada istilah keluar untuk jajan, nongkrong di warung, atau “healing” ke tempat-tempat tertentu. Bahkan pada hari libur sekalipun, santri tetap berada di pondok dan mengikuti aktivitas harian yang sudah terjadwal.

Dengan rutinitas padat mulai dari subuh hingga malam—belajar, sekolah, kegiatan diniyyah, tugas asrama, hingga setoran—santri HM tetap butuh ruang untuk bernapas. Namun berbeda dengan tempat lain, ruang itu tidak berada di luar pagar pondok, melainkan di dalam lingkungan yang sama.

Karena tidak diperbolehkan keluar, santri HM menemukan cara healing yang sederhana, namun justru sangat bermakna. Salah satunya adalah mengobrol dengan teman dekat, berbagi cerita, bercanda sebentar, atau saling menguatkan setelah hari yang melelahkan. Interaksi kecil seperti ini sering menjadi penyelamat mental santri.

Selain itu, ada satu tempat yang dianggap “surga kecil” oleh sebagian besar santri: lantai 3, tempat jemuran sekaligus titik paling tinggi di pondok. Dari lantai 3, santri bisa melihat langit luas tanpa terhalang tembok atau atap. Meski tidak ke mana-mana, momen memandangi langit sore atau malam dari ketinggian itu memberikan rasa bebas yang jarang didapat di tempat lain.

Healing ala santri HM Al Inaaroh 2 mungkin sederhana, tapi justru di situlah letak keindahannya—menemukan ketenangan dalam batasan, menemukan bahagia dalam hal kecil, dan belajar bahwa kebebasan tidak selalu berarti pergi jauh. Terkadang, cukup menatap langit dari lantai tiga sambil menarik napas panjang.

Editor: Fatma Russy [Media HM Al inaaroh 2]

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

📢 PENGUMUMAN BALIK PONDOK 📢
Masa Penerimaan Santri Baru 2025

Prestasi

Lomba MQK Fathul Qorib
Juara harapan 2 MQK Fa...